STORAGE
HARDDISK ..
Pengertian : Harddisk adalah media penyimpanan data yang bersifat non volatile , permanen yang kapasitasnya melebihi memory .
Adapun berbagai masalah yang terjadi pada harddisk , yaitu :
a. Saat data yang ada di harddisk terformat . Cara mengatasinya yaitu lepas harddisk dari pc, lalu hubungkan harddisk tersebut ke computer lain, kemudian gunakan software mengembalikan data. Studio adalah salah satu software recovery terbaik mempunyai dukungan terhadap banyak file system dan proses recovery yang sangat cepat. R-studio mampu merecovery file yang terhapus secara permanen, terformat, struktur hardisk yang rusak, dan hardisk yang sudah terkena bad sector dengan cara membuat file image sebagian atau seluruh drive yang kemudian proses recovery dilakukan melalui file image yang di buat.
b. Harddisk yang terkena virus . Cara yang tepat adalah membersihkannya dengan anti virus . Kini banyak antivirus yang bisa kita gunakan namun kita juga harus pintar dalam memilihnya . Cara lainnya tutup semua program yang berjalan, buka windows explorer dan pergi ke temporary folder c:\windows\temp. Pada folder inilah OS windows dan aplikasi-aplikasi yang terinstall menyimpan file-file temporarynya. Pada WinXP dan versi sebelumnya cara membersihkannya dengan klik Start—>Control Panel—>klik 2 kali Internet Options, pada tab General—>klik Delete Filesdibawah Temporary Internet Files. Pada dialog box Delete Files—>klik untuk memilih Delete all offline content cekbox—>OK—>OK
Pada Windows Vista dan Windows 7 klik Start—>Control Panel—>Network and nternet Options.
Pilih tab General—>Delete dibawah Browsing history—>Delete all—>Yes—>OK
Membersihkan Recycle bin, disinilah tempat semua file-file yang didelete tersimpan. Klik 2 kali pada ikon Recycle Bin—>Empty Recycle Bin.
Membuang semua program yang tidak digunakan lagi, jika user adalah seorang yg suka mendownload dan menginstall aplikasi dari internet, lebih baik lebih selektif untuk menginstall program yang diperlukan saja karen terlalu banyak aplikasi yang terinstall justru akan mengganggu kinerja komputer. Untuk mendelete atau Uninstall aplikasi dengan aman gunakan aplikasi RevoUninstaller.
Defrag harddisk secara teratur, proses ini tergantung oleh seberapa besar volume harddisk dan seberapa banyak file yang ada didalamnya. lebih baik dilakukan sebulan dua kali pada waktu luang karena cukup memakan waktu. Untuk melakukan semua proses diatas lebih baik menggunakan aplikasi yang biasa digunakan untuk Computer Maintenance seperti TuneUp Utility, Registry Booster, CCleanup dan RevoUninstaller
c. Partisi Harddisk hilang atau terhapus .
Penyebabnya yaitu virus atau kesalahan menggunakan program utility . , Bila virus yang nyasar ke komputer anda terlanjur menghapus partisi harddisk bisa dipastikan semua data yang ada dalam harddisk akan menghilang . Check dulu dengan cara klik kanan [MyComputer] > [Manage] > pada storage pilih [disk management]. Coba dilihat pada jendela sebelah kanan, terlihat apa tidak partisi yang hilang atau tidak muncul tadi. Setelah itu gunakan software untuk mengembalikan partisi yang hilang atau terhapus. Contoh software yang bisa kita gunakan Partition Magic 8.0 .
d. Harddisk tak terdeteksi .
Hal ini disebabkan harddisk tersebut belum dipartisi dan diformat. Windows XP menyediakan tool agar lebih mudah mengintegrasikan hard disk internal maupun eksternal. Hard disk baru internal maupun eksternal dapat diintegrasikan ke dalam Windows XP melalui “Computer Administration”. Untuk menjalankannya, buka “Control Panel” dan klik “Administration | Computer Administration | Storage Administration”. Hard disk baru terdeteksi sebagai “Storage 1”. Tanda seru merah berarti hard disk belum terintegrasi dengan sistem. Pertama, klik-kanan pada “Storage 1” kemudian, klik “Initialize Storage”. Lalu, aktifkan bar warna hitam dengan klik-kanan mouse dan klik “New Partition”. Selanjutnya, buatlah sebuah “Primary Partition”. Nama drive akan diberikan otomatis. Jika dibutuhkan, bagi hard disk dalam beberapa partisi. Sekarang, format partisi yang telah dibuat. Untuk partisi yang besar, sebaiknya pilih sistem file NTFS. Namun, bila kecil (sampai 32GB), bisa memilih FAT32. Terakhir, klik “Finish”. Setelah restart, hard disk baru sudah dapat diakses melalui Windows XP. e. Harddisk lambat mengakses file . Biasanya disebabkan karena Bad Sector.
f. Harddisk Back Sector . Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.
o Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
- Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
- Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.
Cara mengatasi nya adalah format drive atau hardisk yang terdapat bad sector dengan format biasa, misalnya melalui klik kanan di Windows Explorer dan pilih format. Terkadang hal ini bisa menghilangkan bad sector.
Software untuk bad sector :
a. Easeus Partition Manager selain bermanfaat untuk membuat / mengedit partisi hardisk ( tampilan mirip Partition Magic), juga bisa digunakan untuk menghilangkan bad sector. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Jalankan Program Easeus partition Manager .
2. Pilih drive yang kira-kira ada bad sectornya ( untuk memastikan ada bad sectornya bisa juga di scan melalui easeus ini denganklik kanan drive Pilih menu Advanced > Check Partition ) .
3. Klik kanan, dan pilih Delete .
4. Ketika muncul informasi, maka pilih “Delete Partition and Delete Data” .
5. Kalau sudah selesai, klik menu Apply .
6. Tunggu sampai selesai.
Perlu diperhatikan, bahwa langkah ini hanya bisa dilakukan untuk drive selain windows. Dan pastikan datanya selalu diamankan /backup terlebih dahulu.
b. HDD Low Level Format Tools
Dengan software ini, maka hardisk bisa di format secara mendalam ( di istilahkan low level format). Perlu diperhatikan bahwa dengan low level format, maka semua data di hardisk akan hilang, dan tidak bisa di kembalikan/di recovery lagi. Tetapi cara ini biasanya akan lebih efektif menghilangkan bad sector.
n di format seluruhnya, maka hardisk yang akan di proses harus di format di komputer lain ( di lepas dan dipasang komputer lain). Atau jika ada 2 hardisk di komputer, maka hardisk yang tidak berisi windows bisa di format. Berikut langkahnya :
1. Jalankan HDD Low Level Format tools .
2. Pilih Hardisk yang akan di format. Tentu yang tidak berisi sistem operasi windows. Selanjutnya klik Continue .
3. Pilih tab “LOW-LEVEL-FORMAT”, dan silahkan dibaca peringatan yang tampil .
4. Jika sudah yakin, maka klik “FORMAT THIS DEVICE”, dan tunggu sampai proses selesai.
Selain untuk hardisk (SATA< IDE atau SCSI), bisa juga untuk memformat Flashdisk, Flash card dan sejenisnya.
c. Menggunakan Software bawaan dari vendor hardisk.
Biasanya vendor seperti Seagate dan Western Digital, juga menyediakan software untuk menganalisa atau memperbaiki hardisk. Untuk hardisk seagate, maka bisa download tools seperti Seatools for Windows atau DOS. sedangkan untuk Western Digital bisa download tools “Wertern Digital lifeguard Diagnostics”.
Misalnya untuk Western digital, menyertakan fasilitas “WRITE ZEROS” untuk memperbaiki error seperti bad tall, maka di bagian Help sudah dijelaskan cukup detail tentang manfaat dan penggunaannya.
TEKNOLOGI HARDDISK
1. RAID, singkatan dari Redundant Array of Independent Disks sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unitperangkat keras RAID terpisah. Kata "RAID" juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan/atau meningkatkan kinerja I/O darihard disk. RAID menggabungkan beberapa hard disk fisik ke dalam sebuah unit logis penyimpanan, dengan menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras khusus. Solusi perangkat keras umumnya didesain untuk mendukung penggunaan beberapa hard disk secara sekaligus, dan sistem operasi tidak perlu mengetahui bagaimana cara kerja skema RAID tersebut. Sementara itu, solusi perangkat lunak umumnya diimplementasikan di dalam level sistem operasi, dan tentu saja menjadikan beberapa hard disk menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan penyimpanan. Ada 5 level pada RAID, mulai dari RAID 1 hingga RAID 5. Penomoran ini semata-mata hanyalah menunjukkan perbedaan metoda yang dipakai untuk memproteksi data harddisk dan tidak ada hubunggannya dengan tingkat kecepatan maupun kualitas. Tiap level RAID didesain khusus untuk aplikasi khusus. Pemilihan RAID yang tepat untuk server ditentukan berdasarkan cara memakai jaringan.
RAID level 1
RAID 1 identik dengan total redundansi dimana 2 harddisk yang masing-masing samakapasitasnya menyalin isi (mirorring) data disk satu sama lainnya. Yang satu secara otomatis dan secara terus menerus melakukan back-up terhadap yang lainnya. Operasi dialihkan ke salah satu dari drive tunggal yang normal bila yang lainnya rusak.
RAID 1 didesain untuk menangani data yang teramat penting (bernilai amat mahal/sulit diganti bila hilang). Konsep kerja ini menyebabkan kapasitas total harddisk akan berkurang setengahnya walau tidak mempengaruhi performance keseluruhan. Kontroller RAID 1 yang lebih canggih biasanya mampu mengirimkan data sebanyak 2 kali lipat dengan cara membaca sektor-sektor yang bersangkutan dari 2 drive secara serentak.
RAID level 2
Cara kerjanya adalah dengan memisahkan masing-masing bit dari byte/blok data pada drive yang terpisah dan menambahkannya pada beberapa drive lainnya untuk pemeriksaan kesalahan. Misalnya RAID level 2 akan menyimpan sebuah 16 bit digital secara satu per satu bit pada 16 drive dengan 5 drive ditambahkan untuk dicadangkan pada proses pemeriksaan kesalahan. Dari seluruh total kapasitas disk, sebanyak 37,5 % digunakan untuk byte pemeriksaan kesalahan data.
RAID level 2 tidak cocok digunakan untuk menyimpan file data dengan ukuran yang kecil. Keuntungan penggunaan RAID Level 2 adalah kecepatan transfer data yang tinggi. Hal ini didapat karena drive mengirimkan data secara paralel. Setiap kesalahan yang terjadi akan dikoreksi tanpa menimbulkan waktu tunda sedikitpun karena kontrolernya dapat memanfaatan informasi yang ada tanpa perlu membaca ulang drive lagi.
RAID level 3
RAID level 3 memanfaat prinsip pendeteksian kesalahan bukan mengkoreksi kesalahan. Pendeteksian kesalahan dilakukan dengan pemrosesan pemeriksaan paritas. Saat error terdeteksi oleh kontroler maka RAID akan membaca ulang data pada drive untuk menyelesaikan masalah error tersebut. Artinya seluruh piringan disk pada RAID akan berputar lebih banyak dari biasanya. RAID 3 biasanya digunakan pada Superkomputer.
RAID level 4
RAID level 4 bekerja pada level sektor bukannya level bit. Sebuah file pada RAID 4 akan dipecah menjadi beberapa sektor dimana setiap sektorna akan disebarkan pada semua drive. Lalu nantinya sektor itu akan dibaca secara serial. Pertama dari drive ke 1,lalu ke 3 , dst.
Untuk pendeteksian kesalahan RAID 4 menambahkan sebuah drive paritas dan kontroler RAID 4 dapat memperbaiki performancenya dengan teknik data striping. Dua atau lebih sektor dari drive yang berlainan dapat dibaca secara serentak lalu disimpan pada RAM berkecepatan tinggi dan secara berurutan akan dikirimkan ke user dengan kecepatan tinggi.
Operasi penulisan lebih lamban dari operasi pembacaan. Hal ini dikarenakan RAID 4 memakai teknologi baca setelah tulis. Artinya setelah data dituliskan ke disk lalu dilakukan pembacaan untuk menentukan paritas kemudian data paritas tersebut dituliskan ke drive parity.
RAID level 5
RAID 5 melenyapkan drive parity yang ada pada RAID 4. Informasi pemeriksaan paritas ditambahkan sebagai sektor biasa yang menjelajahi seluruh disk pada RAID persis sepeti halnya data biasa lainnya. Keuntungannya adalah kontroler RAID 5 mampu menyediakan kempuan data striping dan elevator seeking.
2. Host-Attached Storage adalah penyimpanan diakses melalui saya lokal / O port. Port ini menggunakan beberapa teknologi. PC desktop biasa menggunakan I / O disebut arsitektur bus IDE atau ATA. Arsitektur ini mendukung maksimal dua drive per I / O bus. Sebuah protokol, baru serupa yang telah disederhanakan kabel adalah SATA. High-end workstation dan server pada umumnya menggunakan saya lebih canggih / arsitektur O, seperti SCSI dan saluran serat (FC). SCSI adalah sebuah arsitektur bus; Suatu penggunaan yang khas unit pengalamatan logis adalah perintah langsung pada komponen dari array RAID. FC adalah sebuah arsitektur serial kecepatan tinggi yang dapat beroperasi lebih dari serat optik atau di atas-konduktor kabel tembaga empat. Berbagai macam perangkat penyimpanan yang cocok untuk digunakan sebagai penyimpanan host-terlampir. Di antaranya adalah hard disk drive, array RAID, dan CD, DVD, dan tape drive. I / O perintah yang memulai transfer data ke perangkat penyimpanan host-yang dilampirkan adalah membaca dan menulis blok data logis diarahkan ke unit penyimpanan khusus diidentifikasi (seperti bus ID, SCSI ID, dan target unit logis).
3. NAS Network-Attached Storage (NAS) device adalah sebuah sistem penyimpanan yang mempunyai tujuan khusus yaitu untuk diakses dari jauh melalui data network. NAS menyediakan jalan yang cocok untuk setiap komputer dalam sebuah LAN untuk saling berbagi pool penyimpanan dengan kemudahan yang sama seperti menamai dan menikmati akses seperti HAS lokal. Umumnya cenderung untuk lebih tidak efisien dan memiliki peforma yang lebih buruk dari penyimpanan direct-attached. cocok utk antar gedung . NAS tetap menjadi primadona dikalangan enterprise karena harga dan kemudahan penggunaannya. Khusus utk perusahaan kecil, NAS merupakan solusi terbaik karena NAS sangat mudah utk diinstall, digunakan, dan dikelola walaupun tanpa orang TI sekalipun. Berkat kemajuan teknologi disk drive, mereka juga mendapatkan keuntungan dari biaya yg lebih rendah dlm arti kata dpt menekan anggaran belanja TI. sistem NAS dapat diintegrasikan ke dlm lingkungan apapun dan melayani file pada semua platform operasi. Pada jaringan, sistem NAS muncul seperti native file server utk masing-masing client yg berbeda. Itu berarti bahwa file akan disimpan pada sistem NAS, serta diambil dari sistem NAS, dlm format file asli si client. NAS juga didasarkan pada protokol industri jaringan standar seperti TCP/IP, FC dan CIFS.
Kekurangan NAS selain harga yg lebih mahal dibanding dengan DAS, yaitu kecepatan akses dari server ke storage dibatasi oleh kecepatan jaringan yg dimiliki, karena NAS diletakan dlm jaringan LAN. Selain itu, bila membutuhkan akses cepat ke block device (seperti dlm aplikasi database), tidak disarankan utk menggunakan NAS. Aplikasi yg membutuhkan akses ke block-device sangat bagus bila menggunakan solusi Direct Attached Storage (DAS) atau Storage Arena Network (SAN).